Dalam Perang Jawa (1825-1830), ketokohan Pangeran Diponegoro sangat sentral dan menonjol. Oleh karena itu, penerbitan buku Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro (1785-1855) ini perlu diapresiasi. Karya biografi ini, yang bersama edisi Inggrisnya diterbitkan hampir serentak di Jakarta dan Oxford, ditulis sejarawan Prof. Dr. Peter Carey berdasarkan disertasinya. Buku ini mempermudah orang memungutn…
Naskah yang berisi teks Wayang Lilingong terdapat dalam koleksi Perpustakaan Nasional bernomor SD 211. Dalam deskripsi yang dibuat oleh Ekadjati diberi judul "Carios Asal-Usul Wayang Lilingong", yang memang merujuk judul pada halaman awal pada naskah CARIOS ASAL-USULNA WAYANG LILINGONG SARENG LALAKON-LALAKONNA. Naskah ditulis dalam kertas folio bergaris, beraksara Latin dan ditik. Kertas beruk…
Urip iku Urub memuat lima aspek yang merayakan kehidupan Peter Carey. pada dua bagian mula-mula mengetengahkan pengalaman personal Peter Carey dan mereka yang mengenalnya secara dekat. Tiga bagian akhir merupakan selebrasi karya agungnya, Kuasa Ramalan. Pertama, Peter Carey dalam Refleksi; Kedua, perang Jawa, Sumber Inspirasi Kreasi Seni; Ketiga, Tatanan Lama Jawa; Keempat, Lima Tahun yang Meng…
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Kata Sepur biasanya diartikan sebagai kereta api, namun arti sejatinya berbeda. Kata ini bersal dari kosakata Belanda spoor yang berarti jalur dengan dua rel yang harus dilintasi kendaraan rel. Kata ini sebenarnya lebih mengacu pada infrastruktur rel daripada lokomotif dan gerbong. Dalam Sepoer Oeap di Djawa Tempo Doeloe, melalui koleksi kartu pos kuno, penulis membahas jaringan rel yang pe…
Tahun 1957 menjadi tonggak awal bagi penulisan sejarah Indonesia ketika diselenggarakannya seminar sejarah nasional pertama. Berbagai permasalahan fundamental dibicarakan dalam seminar yang dihadiri sekian ratus peserta yang terdiri dari para ilmuwan, dosen, dan guru sejarah, intelektual-budayawan, dan juga politisi pada tingkat nasional. Masa ini dapat dikatakan sebagai titik awal bangkitnya h…
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Repoeb…
Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malak…