Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ketika itu Jepang sudah menduduki Indonesia. Sebagai revolusioner buangan ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca -1927 memimpin partai Repoeblik Indonesia yang ilegal dan dan antikolonial. Karena represi pemerintah Belanda …
MANUSIA DAN BUDAYA merupakan ruang untuk upaya menggali serta mengenali adakah corak berpikir yang khas manusia Indonesia dan tertuang ke dalam butir-butir filosofis yang dapat disebut @Filsafat Indonesia." Lalu, tentu muncul pertanyaan, "Siapakah manusia Indonesia?" Sulit bagi orang Indonesia untuk mendaku kepribumian alias keaslian darah ke-Indonesia-an. Maka, semboyan Bhinneka Tunggal Ika me…
Urip iku Urub memuat lima aspek yang merayakan kehidupan Peter Carey. pada dua bagian mula-mula mengetengahkan pengalaman personal Peter Carey dan mereka yang mengenalnya secara dekat. Tiga bagian akhir merupakan selebrasi karya agungnya, Kuasa Ramalan. Pertama, Peter Carey dalam Refleksi; Kedua, perang Jawa, Sumber Inspirasi Kreasi Seni; Ketiga, Tatanan Lama Jawa; Keempat, Lima Tahun yang Meng…
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Dalam kurun lebih dari dua dasawarsa (1808–1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintah kolonial baru didirikan—suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825–1830), perseteruan itu berakhir dengan …
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Ia tinggal di sebuah kampung kecil di Jakarta dan kemudian bekerja sebagai mandor buruh tambang batu bara di Bayah, Banten Selatan. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintern (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Repoeb…
Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial. Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malak…
Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial. ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahr…
Mochtar Lubis adalah seorang pemimpin redaksi, pengarang, dan tokoh budaya Indonesia yang paling dikenal, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional, yang ia pertahankan dari awal tahun 1950-an hingga wafatnya tahun 2004. Buku ini menelusuri peristiwa-peristiwa besar dalam jagad kehidupan Mochtar Lubis: seorang tokoh yang memberikan makna pada penafsiran sejarah pascaproklamasi ke…